SELAMAT DATANG DI WEBSITE JURUSAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS HALU OLEO

Kamis, 07 Juni 2018

CUACA BURUK MENJADIKAN NELAYAN BERHENTI MELAUT

Foto: Kapal nelayan yang tak berlabuh menangkap ikan akibat cuaca buruk(21/5/18) pagi
Kendari - Cuaca dengan intensitas hujan cukup tinggi pada bulan ramadhan, membuat nelayan TPI ( Tempat Pelelangan Ikan ), Kendari, banyak yang tak melaut. Berhentinya sebagian  nelayan menangkap ikan sudah berjalan hingga dua bulan.

Diprediksi, cuaca normal kembali pada  juli  2018 nanti. Pengakuan  seorang nelayan Tempat Pelelangan Ikan Kendari, gelombang tinggi dan kecepatan angin di peraiaran memaksa dirinya tak melaut. Hal itu juga menjadi alasan nelayan lainnya.

Bukan hanya ikan, harga  kepiting, udang, gurita, dan cumi – cumi, yang ada di tempat pelelangan ikan kini juga telah melonjak tinggi. 

Tinggi gelombang bisa sampai 5 meter dengan kecepatan angin 8 sampai 9 knot/jam.  Dan curah hujan 95 % dengan suhu  -240 C sangat tidak memungkinkan para nelayan untuk mendapatkan tangkapan.

Foto : Info cuaca Badan Meteorologi Klimatologi Geografi Kota Kendari
Para  nelayan yang lain membuat mereka berlabuh dikarenakan mata pencarian mereka hanya itu dan mereka punya keluarga yang harus diberi makan.  Berhentinya nelayan mencari ikan, jelas berdampak kepada harga ikan di pasaran yang terus melambung tinggi. Oleh karena harga ikan yang ada di Tempat Pelelangan Ikan kendari menjadi naik.

 Kenaikan harga pangan yaitu ikan Tempat Pelelangan Ikan kini menjadi perhatian masyarakat kota kendari, bagaimana tidak harga ikan yang biasa murah kini menjadi melonjak tinggi.  Harga ikan yang sebelumnya mencapai  Rp. 15.000 sampai Rp. 20.000 per kilo, kini telah menjadi Rp. 35.000 sampai Rp. 50.000 perkilo.

Jumlah ikan yang nelayan dapatkan kini jauh relative sedikit sehingga menjadikan harga ikan yang semakin naik, seperti ikan cakalang,  ikan bangkumis, ikan layang, ikan  tembang, ikan boto – boto, ikan rumah – rumah, ikan landou, ikan hiu, ikan pari, ikan lure, ikan loba, ikan katombo dan ikan tuna.

Info dari BMKG Kota Kendari bahwa memang pada musim penghujan gelombang laut menjadi naik dari biasanya, Akan tetapi tidak setiap hari. Angin kencang yang terjadi diperairan sebelah utara Australia bisa mencapai diatas 20 knot, sama seperti yang disampaikan nelayan. Sehingga mereka tidak melakukan penangkapan ikan.

Kontributor : Feriyandi Susanto ( Mahasiswa Jurnalistik Universitas Halu Oleo)

0 komentar:

Posting Komentar